Pages

Minggu, 30 November 2014

RANGKUMAN UAS KELAS XI GANJIL - SISTEM GERAK

Sistem gerak manusia dibedakan menjadi 2, yaitu : sistem gerak pasif (RANGKA) dan sistem gerak aktif (OTOT)

RANGKA
  • Fungsi tulang :
    • memberi bentu tubuh
    • melindungi alat tubuh yang vital
    • menahan dan menegakkan tubuh
    • tempat perlekatan otot
    • tempat menyimpan mineral --> kalsium dan fosfor
    • tempat pembentukan sel darah --> sumsum merah
    • tempat menyimpan energi berupa lemak --> tersimpan di sumsum kuning
  • Rangka dibedakan menjadi 2 berdasarkan kegunaannya, yaitu : rangka aksial (tidak digunakan utk pergerakan) & rangka apendikular (digunakan utk pergerakan)
    •  Rangka aksial :
      • berfungsi sebagai pelindung organ tubuh
      • contoh rangka aksial => tulang tengkorak (utk pelindung otak), tulang hioid (tempat melekatnya lidah), tulang belakang (menyangga berat tubuh), tulang dada&rusuk (sbg perisai pelindung organ penting di dada)
    • Rangka apendikular :
      • berfungsi langsung untuk pergerakan
      • contoh rangka apendikular  : 
        • tulang panggul
        • bahu (tulang selangka, tulang belikat/scaptula)
        • telapak tangan (tulang pergelangan tangan/carpal, tulang telapak tangan/metacarpal, dan ruas jari/phalanges)
        • tulang lengan (tulang lengan atas/humerus, tulang pengumpil/radius, tulang hasta/ulna)
        • tungkai (tulang paha/femur, tulang kering/tibia, tulang betis/fibula)
        • telapak kaki (tulang pergelangan kaki/tarsal, tulang telapak kaki/metatarsal, ruas jari/phalanges
  • Rangka terbagi menjadi 4 berdasarkan bentuknya, yaitu : tulang pipa, tulang pipih, tulang pendek, tulang tak berbentuk.
    • tulang pipa :
      • tulang yang berbentuk memanjang
      • contoh fibula (tulang betis), tibia (tulang kering), ulna (tulang hasta), dan radius (tulang pengumpil)
      • tulang pipa terbagi menjadi 3 bagian :
        • bagian tengah (diafisis) => daerah tempat dimulainya proses osifikasi
        • bagian ujung (epifisis) => terdiri dari tulang rawan persendian
        • cakra epifisis => celah sempit diantara epifisis dan diafisis. banyak terdapat  tulang spons yang kaya osteoblas sehingga memungkinkan untuk tumbuh memanjang

    • tulang pipih
      • tersusun atas lempengan tulang kompak dan tulang spons, di dalamnya terdapat sumsum tulang
      • fungsi sebagai pelindung & penyokong
      • contoh tulang pipih : tulang rusuk (ribs), tulang belikat (scaptula), tulang tengkorak (cranial) 
    • tulang pendek
      • terdapat pada pergelangan kaki (tarsal), pergelangan tangan (karpal), dan ruas tulang belakang
    • tulang tak berbentuk
      • memiliki bentuk yang tak tertentu
      • terdapat pada tulang penyusun wajah dan tulang belakang
  • Hubungan antara tulang yang satu dengan lainnya adalah persendian (artikulasi)
  • Komponen penunjang sendi :
    • ligamen : jaringan ikat yang menghubungkan tulang dengan tulang
    • kapsul sendi : lapisan serabut yang melapisi sendi dan menghubungkan 2 tulang yang membentuk persendian
    • cairan sinovial : cairan pelumas yg terdapat pada kapsul sendi
    • tulang rawan hialin : jaringan tulang rawan yg menutupi persendian. fungsi : untuk menjaga persendian dari benturan keras 
  • Terdapat 3 jenis hubungan antar tulang, yaitu : sinartrosis, amfiartrosis, diartrosis
    • Sinartrosis => hubungan antar tulang yg tidak memungkinkan adanya gerakan (tidak memiliki celah sendi)
      • Sinartrosis sinfibrosis / Sutura --> hubungan antartulang tengkorak (cranial)
      • Sinartrosis sinkondrosis --> hubungan antara tulang rusuk dengan ruas tulang dada
    • Amfiartrosis => hubungan antar tulang yg memungkinkan adanya sedikit gerakan/terbatas (karena dihubungkan oleh kartilago)
      • hubungan antara tulang rusuk dengan tulang belakang
      • hubungan antara tulang betis dan tulang kering
      • hubungan pada tulang kemaluan
    • Diartrosis => hubungan antar tulang yang memungkinkan terjadinya banyak gerakan/bebas
      • Sendi peluru (ball &socket joint) --> gerakan bebas ke segala arah. contoh : tulang paha dan tulang pinggul, hubungan antara tulang bahu dan tulang lengan atas (humerus)
      • Sendi engsel (hinge joint) --> gerakan 1 arah / berporos. cont : siku dan lutut
      • Sendi pelana (saddle joint) --> gerakan 2 arah. cont : ibu jari
      • Sendi luncur --> memungkinkan adanya gerakan menggeliat, membungkuk, dan menengadah. cont : ruas-ruas tulang belakang
      • sendi putar (pivot joint)--> sendi antara tulang tengkorak dengan tulang atlas (memungkinkan gerakan menengok, menggeleng, maju-mundur, dsb)
OTOT
  • Otot memiliki tiga kemampuan khusus yaitu :
    • Kontraktibilitas: kemampuan untuk berkontraksi / memendek.
    • Ekstensibilitas: kemampuan untuk melakukan gerakan kebalikan dari gerakan yang ditimbulkan saat kontraksi.
    • Elastisitas: kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula setelah berkontraksi. Saat kembali pada ukuran semula otot disebut dalam keadaan relaksasi.
     
  • Otot yang berkaitan dengan sistem gerak adalah otot lurik
    • otot merupakan kumpulan berkas/serat otot. 
    • setiap serat otot tersusun oleh miofibril
    • setiap miofibril tersusun oleh satuan kontraktil yang disebut sarkomer
    • setiap sarkomer tersusun atas filamen tipis (AKTIN) dan filamen tebal (MIOSIN)
    • otot lurik terdiri dari bagian : ventrikel (empal) => bagian otot yang mempunyai daya kontraksi paling besar, dan tendon (urat otot) => penghubung otot dengan tulang.
    • berdasarkan cara melekatnya pada tulang, tendon dibedakan menjadi :
      • origo => tendon yg melekat pada tulang yang tidak bisa bergerak
      • insersio => tendon yang melekat pada tulang yang bisa bergerak
  • Sifat kerja otot : Antagonis dan Sinergis
    • Antagonis => kerja otot yang kontraksinya menimbulkan efek gerak berlawanan
      • EKSTENSOR (meluruskan) dan FLEKSOR (membengkokkan)
      • ABDUKTOR (menjauhi badan) dan ADDUKTOR (mendekati badan)
      • DEPRESOR (ke bawah) dan ELEVATOR (ke atas)
      • SUPINATOR (menengadah) dan PRONATOR (menelungkup)
    • Sinergis => kerja otot yang kontraksinya menimbulkan efek gerak searah
      • contoh : pronator teres dan pronator kuadratus
  • Mekanisme gerak otot :
    •  Otot mulai berkontraksi apabila terkena rangsang. Kontraksi otot dikenal dengan nama “model pergeseran filamen” (sliding filament mode)
    • Miofibril terdiri dari dua jenis:
          Filamen tebal: terdiri dari miosin
          Filamen tipis: Terdiri dari Aktin dan protein regulator(tropomiosin dan troponin)
       
    • Kontraksi otot dipicu oleh impuls saraf
    • Kontraksi otot diawali oleh datangnya impuls saraf. Pada saat datang impuls, sinapsis atau daerah hubungan antara saraf dan serabut otot dipenuhi oleh asetil kolin. Asetil-kolin ini akan merembeskan ion-ion kalsium (Ca2+) ke serabut otot. Ion kalsium akan bersenyawa dengan molekul, troponin, dan tropomiosin yang menyebabkan adanya sisi aktif pada filamen tipis (aktin). Kepala miosin (filamen tebal), segera bergabung dengan filamen tipis tepat pada sisi aktif. Gabungan sisi aktif dengan kepala miosin disebut jembatan penyeberangan (cross bridges).
    • Segera setelah terbentuk, jembatan penyeberangan tersebut membebaskan sejumlah energi dan menyampaikan energi tersebut ke arah filamen tipis. Proses ini menyebabkan filamen tipis mengerut. Secara keseluruhan sarkomer ikut mengerut yang mengakibatkan otot pun berkerut. Kepala miosin akan lepas dari filamen tipis.
    • Proses ini memerlukan ATP yang diambil dari sekitarnya. Dengan peristiwa ini, maka filamen tipis akan lepas dari filamen tebal. Secara keseluruhan otot akan relaksasi kembali. Proses ini berulang sampai 5 kali dalam jangka waktu satu detik. Jadi, kontraksi otot akan berlangsung selama ada rangsangan. Apabila tidak ada rangsangan maka ion kalsium akan direabsorpsi. Pada saat itu pun troponin dan tropomiosin tidak memiliki sisi aktif lagi dan sarkomer dalam keadaan istirahat memanjang berelaksasi.
    •  Singkatnya :
      • sarkomer terdiri atas satuan gelap dan satuan terang
      • garis gelap disebut zona Z => pembatas antar sarkomer, sedangkan garis/satuan terang disebut zona H
      • zona H adalah daerah yang hanya terdapat filamen tebal (miosin) saja
      • di tengah zona H terdapat garis M
      • pita A adalah daerah yang tumpang tindih antara aktin dan miosin (terdapat aktin dan miosin)
      • pita I adalah daerah yang hanya terdapat filamen aktin saja
      • pada saat kontraksi => filamen aktin melekat dengan filamen miosin sehingga terbentuk jembatan dan membebaskan energi (ATP dan kreatin fosfat menjadi ADP + Ca2+) --> menyebabkan filamen aktin mengerut --> secara keseluruhan sarkomer berkerut dan menyebabkan otot berkontraksi.
      • pada saat relaksasi => kepala miosin lepas dari aktin -->ADP berubah kembali menjadi ATP --> menyebabkan filamen aktin dan keseluruhan sarkomer kembali ke bentuk semula
      • kesimpulan : pada saat kontraksi penuh, yang terjadi adalah :
        • zona Z bertambah panjang
        • zona H menghilang
        • pita I memendek
        • pita A menyatu
 
  • Gangguan dalam sistem gerak :
    • Tulang :
      • kecelakaan => memar, fraktura (patah tulang)
      • sikap tubuh yang salah => skoliosis ( tulang belakang melengkung ke samping), lordosis (tulang belakang melengkung ke depan), kifosis (tulang belakang melengkung ke belakang --> tampak bungkuk) 
      • osteoporosis => gangguan tulang yang disebabkan kekurangan hormon kelamin
      • nekrosa
    • Sendi :
      • dislokasi => tertariknya ligamen
      • ankilosis => sendi tidak dapat digerakkan
      • artritis => infeksi sendi yang ditandai dengan peradangan
        • Gout artritis --> tersimpannya asam urat di dalam sendi
        • Osteoartripis --> menipisnya tulang rawan
        • Artritis eksudatif
        • Atritis sika
      • infeksi virus dan bakteri pada sendi
    • Otot :
      • Atrofi => mengecilnya otot sehingga kehilangan kemampuan berkontraksi
      • Hipertrofi => membesarnya otot akibat dilatih secara berlebihan
      • Tetanus => otot yang terus menerus berkontraksi (kejang otot)
      • Hernia (Turun Bero) => sobeknya otot perut yang mengakibatkan usus melorot ke bawah

Jumat, 28 November 2014

RANGKUMAN UAS KELAS XI GANJIL - SISTEM SIRKULASI PART 2

  • Organ-organ peredaran darah : terdiri atas JANTUNG dan  PEMBULUH DARAH
    • Jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh untuk menyediakan oksigen beserta zat-zat lain untuk kepentingan seluruh sel dalam tubuh.
    • Jantung tersusun oleh otot jantung yang bekerja diluar kesadaran => diatur oleh sistem saraf otonom (saraf tak sadar) yaitu saraf simpatik -->bekerja mempercepat denyut jantung & saraf parasimpatik --> bekerja memperlambat denyut jantung.
    • Jantung dan pembuluh darah besar dibungkus oleh membran perikardium => kantong yang terdiri dari lapisan ganda dan elastis / dapat membesar dan mengecil, mengandung cairan perikardial dan melekat pada diafragma, sternum, dan pleura (selaput pembungkus paru-paru)
    • Jantung memiliki 4 ruangan, yaitu: atrium (serambi) kanan dan kiri, dan ventrikel (bilik) kanan dan kiri.
    • Jantung bagian kanan berhubungan dengan fungsi pertukaran gas oksigen dan karbondioksida di paru-paru => jantung kanan memompa darah ke paru-paru
    • Jantung bagian kiri berhubungan dengan fungsi peredaran darah ke seluruh tubuh => jantung kiri memompa darah ke seluruh tubuh
      • serambi kanan (Atrium Dexter) menerima aliran darah balik dari seluruh tubuh (darah kotor kaya CO2)
      • serambi kiri (Atrium Sinister) menerima darah dari paru-paru (darah bersih kaya O2)
      • bilik kanan (Ventrikel Dexter) memompa darah ke paru-paru 
      • bilik kiri (Ventikel Sinister) memompa darah ke seluruh tubuh
    • Atrium dan ventrikel dipisahkan oleh katup yang berfungsi mencegah baliknya aliran darah dari ventrikel ke atrium => normalnya darah mengalir dari atrium ke ventrikel, bukan sebaliknya !!!
    • terdapat 3 macam katup (valvula) jantung, yaitu : trikuspidalis, bikuspidalis dan semilunaris
      • Valvula Trikuspidalis => katup pemisah antara atrium kanan dan ventrikel kanan
      • Valvula Bikuspidalis (Katup Mitral) => katup pemisah antara atrium kiri dan ventrikel kiri
      • Valvula Semilunaris paru-paru (Katup Pulmonari) => katup pemisah antara ventrikel kanan dan arteri pulmonalis
      • Valvula Semilunaris aorta (Katup Aorta) => katup pemisah antara ventrikel kiri dan aorta

    • Jantung terletak dalam rongga dada dan dilindungi oleh sternum (tulang dada), ribs (tulang rusuk) dan vertebral (tulang belakang) => terletak diantara paru-paru
    • Gerak jantung dikendalikan oleh sistem elektrik pada otot jantung, sehingga otot jantung dapat berkontraksi dan berelaksasi. Kontraksi dan relaksasi dinding-dinding otot jantunf menyebabkan darah dapat mengalir dari bagian satu ke bagian lain di dalam jantung.
    • Cara kerjanya :
      • Darah dengan kandungan oksigen rendah/kaya CO2 dari seluruh tubuh masuk ke serambi kanan melewati katup trikuspidalis. => setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan
      • Kontraksi dinding ventrikel kanan menyebabkan darah masuk ke arteri pulmonalis melalui katup pulmonari untuk menuju ke paru-paru. => di paru-paru terjadi pertukaran CO2 dengan O2.
      • Darah kaya O2 (darah bersih) mengalir dalam vena pulmonalis menuju atrium kiri.
      • Setelah atrium kiri terisi darah, darah didorong masuk menuju ventrikel kiri oleh katup bikuspidalis (katup mitral) => darah sudah siap diedarkan keseluruh tubuh
      • dari ventrikel kiri, darah selanjutnya dipompa  melewati katup aorta utk masuk ke dalam aorta dan diedarkan untuk seluruh tubuh kecuali paru-paru.
    • Sistole => keadaan jantung yang sedang berkontraksi (mengempis) membuat tekanan ruang jantung maksimal
    • Diastole => keadaan jantung yang sedang berelaksasi (mengendur) membuat tekanan jantung menjadi paling rendah / minimal
    • Tekanan darah normal : Sistole 120 mmHg dan Diastole 80mmHg
    •  Dalam melakukan tugas peredaran darah, jantung dibantu organ Pembuluh Darah
    • Terdapat 2 jenis pembuluh darah, yaitu pembuluh darah arteri (nadi) => pembuluh darah yang arah alirannya keluar dari jantung, dan pembuluh darah vena (balik) => pembuluh darah yang arah alirannya menuju/masuk ke jantung
    • Ciri-ciri pembuluh darah arteri (nadi) :
      • dinding otot tebal, kuat, dan elastis 
      • tidak memiliki katup => hanya ada di pangkal aorta (katup aorta)
      • letak jauh dari permukaan tubuh
      • tekanan pembuluh kuat => jika terluka darah akan memancar keluar
      • arah alirannya keluar dari jantung
      • denyutnya terasa
      • darah yang dibawa kaya akan oksigen => pengecualian untuk arteri pulmonalis krn membawa darah kaya CO2 menuju paru-paru.
      • darah yang keluar jantung melalui 2 pembuluh arteri, yaitu :
        • arteri pulmonalis => membawa darah kaya CO2 ke paru-paru
        • aorta => membawa darah kaya O2 ke seluruh tubuh
    • Ciri-ciri pembuluh darah vena (balik) : 
      • dinding otot lebih tipis dan tidak elastis
      • di sepanjang pembuluh terdapat katup semilunaris => menyebabkan darah mengalir ke satu arah
      • tekanan pembuluh lemah
      • terletak dekat dengan permukaan kulit shg mudah dikenali => jika terluka darah hanya merembes
      • arah alirannya masuk menuju jantung
      • denyutnya tidak terasa
      • darah yang dibawa kaya akan karbondioksida => pengecualian untuk vena pulmonalis krn membawa darah kaya O2 dari paru-paru menuju atrium kiri jantung
      • secara garis besar pembuluh vena dibagi menjadi 3, yaitu :
        • vena pulmonalis => membawa darah kaya oksigen kembali ke serambi kiri jantung
        • vena kava => membawa darah kaya CO2 dari tubuh menuju serambi kanan jantung. Terdapat pembagian tugas, yaitu : vena kava superior --> membawa darah dari tubuh bagian atas dan vena kava inferior --> membawa darah dari tubuh bagian bawah
        • vena porta hepatica => mengangkut darah dari saluran pencernaan (lambung, usus, limpa dsb) menuju ke hati sebelum akhirnya kembali ke jantung 

  • Peredaran darah manusia adalah peredaran darah tertutup => darah dialirkan melalui pembuluh darah
    • Peredaran darah manusia adalah peredaran ganda => darah mengalir melewati jantung sebanyak 2 kali
    • Terdapat 2 pola peredaran darah, yaitu : Peredaran darah BESAR/SISTEMIK dan Peredaran darah KECIL/PULMONARI
      • Sistem peredaran darah SISTEMIK (Besar) :
                           aorta                                                    vena kava superior & inferior
Ventrikel kiri -----------> Tubuh bagian atas dan bawah ---------------------> Atrium kanan 
      • Sistem peredaran darah PULMONARI (Kecil) :
                             arteri pulmonalis                          vena pulmonalis
Ventrikel kanan ------------------------> Paru-paru --------------------> Atrium kiri
  • Sistem peredaran getah bening (limfatik) merupakan pendukung sistem peredaran darah dari segi pengangkutan dan pertahanan tubuh
  • Fungsi sistem limfe :
    • mengembalikan kelebihan cairan jaringan
    • mengendalikan kualitas cairan jaringan sebelum dikembalikan ke sistem peredaran darah
    • mengeluarkan zat toksin & sel rusak dari jaringan setelah terjadi infeksi
    • mengangkut lemak dari usus ke sistem peredaran darah
    • mengembalikan protein plasma ke dalam sistem sirkulasi
    • mengangkut limfosit
    • menyaring dan menghancurkan mikroorganisme
    • menghasilkan zat antibodi
  • Organ penyusun sistem limfe :
    • Nodus limfe => submaksila (bagian dasar mulut), servik (leher), supratoklear (diatas lekukan siku), ketiak, dsb
    • kelenjar timus --> penghasil limfosit T
    • kelenjar amandel (tonsil)
    • limpa (spleen)
  • Pembuluh Limfe :
    • DUCTUS THORAXICUS (pembuluh limfe dada kiri) => mengangkut getah limfe dari alat-alat tubuh bagian atas dan bawah sebelah kiri. Pembuluh limfe ini kemudian masuk ke vena di bawah selangka kiri
    • DUCTUS LIMFATICUS DEXTER (Pembuluh limfe kanan) => mengangkut getah limfe dari alat-alat tubuh bagian atas dan bawah sebelah kanan. Pembuluh limfe ini kemudian berakhir di vena di bawah selangka kanan
  • Kelainan pada sistem peredaran darah :
    • Hemofilia => darah tidak bisa membeku, gangguan pada trombosit
    • Thalassemia => kelainan eritrosit berbentuk tidak normal
    • Sickle cell anemia => kelainan eritrosit berbentuk bulan sabit dengan hemoglobin berbentuk S dan mudah rapuh
    • Anemia (kekurangan darah)
    • Leukimia (kanker darah) => penambahan sel darah putih secara tidak terkendali
    • Sklerosis => pengerasan pembuluh nadi. 
      • arterosklerosis --> disebabkan endapan lemak
      • arteriosklerosis --> disebabkan endapan kapur
    • Eritroblastosis fetalis => penyakit kuning pada bayi disebabkan masuknya aglutinin RhD darah ibu (Rh-) ke dalam darah anaknya yg bergolongan Rh+
    • Jantung koroner => tersumbatnya arteri koroner (arteri yg memasok darah beroksigen ke otot jantung) sehingga aliran darah yg sampai ke otot jantung hanya sedikit
    • Trombus & Embolus
    • Varises => pelebaran pembuluh vena. umumnya terjadi di sekitar betis dan kaki
    • Hemoroid/Wasir/Ambeien => pelebaran pembuluh vena di sekitar anus
    • Hipertensi => Sistole sangat tinggi di atas normal
    • Hipotensi => Sistole sangat rendah di bawah normal
    • Limfangitis => gangguan pada sistem limfe
    • Edema => kelebihan cairan interstitial (cairan plasma) pada ruangan antar sel

RANGKUMAN UAS KELAS XI GANJIL - SISTEM SIRKULASI PART 1

Sistem sirkulasi mencakup sistem peredaran darah dan sistem peredaran getah bening (sistem limfatik)
  • Berkaitan dengan jaringan penyokong khusus yaitu darah 
  • Fungsi darah :
    • mengangkut zat makanan dan oksigen ke seluruh tubuh
    • mengangkut sisa metabolisme ke organ ekskresi PAHAKUGATAL (paru-paru, hati, kulit, ginjal)
    • mempertahankan tubuh dari serangan bibit penyakit
    • mengedarkan hormon untuk membantu proses fisiologis
    • menjaga stabilitas suhu tubuh
    • menjaga kesetimbangan asam basa jaringan tubuh untuk menghindari kerusakan
    • mencegah pendarahan (inflamasi) => berperan dalam penyembuhan luka/pembekuan darah
  • Komponen darah ada 2 yaitu : plasma darah 55% dan sel-sel darah 45%
  • Plasma darah mengandung air sebesar 90% dan substansi lain berupa protein-protein darah, enzim, hormon, antibodi, dan gas
  • Sel-sel darah terdiri atas : sel darah merah (eritrosit), leukosit (sel darah putih), trombosit/platelets (keping-keping darah)
    • etritrosit => sel darah merah yang berfungsi untuk mengikat oksigen, mengangkut zat makanan dan sisa metabolisme
      • berbentuk bikonkaf, bulat, tanpa inti sel
      • memiliki haemoglobin (Hb) yg menyebabkan warna merah => fungsinya untuk mengikat oksigen. Hb mengandung unsur besi (Fe)
      • dihasilkan di sumsum tulang belakang (pada bayi, eritrosit dihasilkan di hati)
      • bekerja di dalam pembuluh darah
      • pada manusia normal umumnya memiliki 4 - 5 juta /mm3 darah
      • eritrosit dianggap tua ketika berumur 120 hari
    • Leukosit => sel darah putih yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh dari infeksi
      •  memiliki kemampuan memakan parasit (bakteri, virus, dsb) yang masuk ke dalam tubuh => FAGOSITOSIS
      • memiliki kemampuan untuk dapat keluar masuk jaringan dan pembuluh darah untuk menangkap 'mangsa" (parasit) => DIAPEDESIS
      • berbentuk tidak tetap (amoeboid) dan tidak berpigmen
      • memiliki inti sel 
      • tempat pembentukan di sumsum merah, organ limpa dan kelenjar getah bening => umur hidup sel 12 hari
      • terdapat 5000-1000 butir leukosit di setiap mikrometer darah
      • terdapat beberapa jenis leukosit :
        • Neutrofil => kelompok terbesar sel darah putih, berperan dalam fagositosis. Merupakan pertahanan pertama dalam memerangi infeksi bakteri dan virus (paling cepat berada di lokasi terserang infeksi). Masa aktif 6-20 jam
        • Limfosit => kelompok terbesar kedua, terdapat 3 jenis limfosit yaitu Limfosit T, Limfosit B, dan sel-sel pembunuh alami. Limfosit tidak dapat bergerak dan berfungsi untuk membentuk antibodi.
        • Monosit => dapat melakukan diapedesis yaitu bergerak keluar dari pembuluh darah utk masuk ke jaringan2 yang terinfeksi. Monosit berubah menjadi makrofag (sel pemulung besar yang menghancurkan sel-sel asing, mengangkat jaringan mati dan membunuh sel kanker)
        • Eosinofil => berperan memulai reaksi alergi terhadap alergen. memiliki sifat fagosit lemah. 
        • Basofil => berperan dalam reaksi alergi dengan melepaskan histamin, yang menyebabkan pembuluh darah membesar. Basofil juga membantu dalam memperbaiki luka dengan melepaskan heparin, yang menunda pembekuan darah sehingga lebih banyak sel dapat mencapai lokasi luka.
    • Trombosit => sel darah yang berupa kepingan yang berperan dalam pembekuan darah
      • tidak memiliki intisel
      • berbentuk bulat/bulat lonjong menyerupai cakram
      • dihasilkan oleh sumsum tulang
      • memainkan peran penting dalam pembekuan darah
      • jumlah trombosit normal pada manusia dewasa adalah 250.000-400.000/ml darah
    • Mekanisme pembekuan darah :
bila terjadi luka yg menyebabkan keluar darah, maka trombosit pecah dan mengeluarkan enzim trombokinase (tromboplastin). Trombokinase bersama-sama dengan ion Ca2+ dan vitamin K akan mengubah protrombin menjadi trombin. Selanjutnya trombin akan mengubah fibrinogen menjadi benang-benang fibrin yang akan menghalangi keluarnya sel-sel darah sehingga terjadi pembekuan darah dalam waktu 5 menit.

  • Golongan Darah => terdapat 2 penggolongan darah manusia yang umum digunakan yaitu sistem ABO dan sistem Rhesus (Rh)
  • Berdasarkan sistem ABO, darah manusia dikelompokkan menjadi 4 macam golongan darah (A, B, AB, dan O) berdasarkan senyawa Aglutinogen (protein darah yg terdapat pada eritrosit & berfungsi sebagai antigen) dan Aglutinin (protein darah yg terdapat dalam plasma darah & berfungsi sbg antibodi). Aglutinin juga dapat disebut sebagai zat anti aglutinogen
    • Aglutinogen ada 2 macam yaitu A dan B. Seseorang yang memiliki aglutinogen A, akan memiliki aglutinin / zat anti B. sebaliknya orang yang memiliki aglutinogen B akan memiliki aglutinin A
    • Apabila darah tercampur (misal golongan darah A diberikan darah bergolongan B) maka aglutinin tersebut akan menangkap sinyal bahwa darah tersebut adalah sesuatu yg asing sehingga akan terjadi penggumpalan darah
    • Golongan darah AB memiliki aglutinogen A dan B, namun tidak memiliki aglutinin dalam darahnya. Dapat menerima darah dari golongan manapun (A, B, AB dan O), sehingga dapat disebut RESIPIEN (penerima) UNIVERSAL. --> namun hanya dapat memberikan darahnya ke golongan darah AB saja.
    • Golongan darah O tidak memiliki aglutinogen apapun dalam darahnya, namun memiliki aglutinin A dan B. Dapat memberikan (donor) darah kepada golongan darah lainnya (A,B,AB, dan O),  sehingga disebut juga DONOR (pemberi) UNIVERSAL --> namun hanya dapat menerima darah dari golongan O saja
  • Berdasarkan sistem Rhesus (Rh), darah manusia digolongkan menjadi 2, yaitu Rh+ dan Rh-
    • penggolongan ini berdasarkan ada/tidaknya aglutinogen RhD pada eritrosit
    • darah yang mengandung aglutinogen RhD adalah Rhesus positif, sedangkan yg tidak mengandung aglutinogen RhD adalah Rhesus negatif
    • Individu Rh- tidak memiliki aglutinin dalam plasma darahnya, namun bila darahnya tercampur dengan Rh+ maka akan memproduksi aglutinin (zat anti RhD).
    • kelainan yang dapat terjadi karena perbedaan golongan darah Rhesus ini salah satunya adalah : Eritroblastosis Fetalis --> terjadi krn ibu bergolongan Rh- sedang mengandung janin bergolongan Rh+ (warisan dari ayah), maka tubuh ibu otomatis akan membentuk aglutinin(zat anti) RhD utk melawan "benda asing" yaitu aglutinogen RhD darah janin. Akibatnya eritrosit janin akan pecah dan hancur (hemolisis) & jika lahir akan mengalami gagal jantung, penyakit kuning, pembengkakan hati dan limpa.  
    • Sebaliknya bila ibu golongan Rh+ dan janin yang dikandung bergolongan Rh- tidak terjadi masalah apapun.

Rangkuman UAS Kelas XI Ganjil - Jaringan Tumbuhan

JARINGAN TUMBUHAN
Berdasarkan kemampuan membelahnya, jaringan tumbuhan dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Jaringan Meristem (Embrional) --> jaringan yang masih muda dan memiliki kemampuan untuk terus-menerus membelah
2. Jaringan Permanen (Dewasa) --> jaringan yang sudah berhenti membelah, dan berdiferensiasi/memiliki fungsi dan bentuk tertentu untuk menyusun tubuh tumbuhan.

Nah, marilah kita bahas lebih dalam satu persatu yah...
Jaringan Meristem
- Ciri - ciri  :
  1. dinding sel tipis
  2. memiliki bentuk dan ukuran yang sama
  3. kaya akan protoplasma
  4. protoplasmanya tidak mengandung kristal (hasil metabolisme) dan cadangan makanan
  5. nukleusnya relatif besar 
  6. vakuola dan rongga antar sel  tidak terbentuk atau sangat kecil
- Berdasarkan asal-usulnya, jaringan meristem dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :
  1. Promeristem --> jaringan yang sudah ada semenjak tumbuhan berfase embrio. Fungsi jaringan promeristem : pertumbuhan pada embrio dan menghasilkan jaringan meristem primer.
  2. Meristem Primer --> jaringan meristem pada tumbuhan dewasa yang sel-selnya aktif membelah. Menyebabkan pertumbuhan primer => perpanjangan akar dan batang
  3. Meristem Sekunder--> jaringan meristem yang berasal dari sel-sel dewasa yang berubah sifat menjadi sel meristematik. Contoh aktivitas kambium vaskular (lapisan sel-sel yang aktif membelah diantara pembuluh angkut--> xylem dan floem ) ; kambium gabus (felogen) (jaringan kambium yang membentuk lapisan pelindung periderm (gabus).
- Berdasarkan letaknya, jaringan meristem dibedakan menjadi :
  1. Meristem Apikal (meristem ujung) --> terletak di ujung batang atau ujung akar
  2. Meristem Lateral (meristem samping) --> terletak di samping batang atau akar, berupa kambium dan kambium gabus
  3. Meristem Interkalar (meristem antara) --> meristem yang letaknya diantara jaringan dewasa. contoh : pangkal ruas-ruas batang
Jaringan meristem dapat berdiferensiasi / mengalami perkembangan menjadi struktur dan fungsi yang lebih spesifik yaitu Jaringan permanen (jaringan dewasa).

Jaringan Permanen (Dewasa)
Ciri - ciri jaringan permanen :
  • sel-sel tidak aktif membelah
  • sel-sel berukuran relatif besar
  • memiliki vakuola yang besar (untuk menyimpan cadangan makanan, hasil metabolisme sekunder, dsb)
  • memiliki lebih sedikit protoplasma (dibandingkan jaringan meristem)
  • dinding sel mengalami penebalan
  • terdapat ruang-ruang antar sel (sel-selnya lebih renggang)
Jaringan permanen tumbuhan dibagi menjadi 5 jenis, berdasarkan struktur dan fungsinya, yaitu :
 

- Jaringan Epidermis / Pelindung, yang berfungsi untuk menutupi dan melindungi bagian dalam tumbuhan dari segala pengaruh luar yang merugikan.
Ciri umum :
  • terdiri atas selapis sel
  • sel rapat tanpa ruang antar sel
  • bentuk sel bervariasi (banyak terdapat modifikasi/derivat epidermis sesuai dengan fungsinya)
  • vakuola banyak dan besar --> untuk menyimpan hasil2 metabolisme
  • dinding selnya mengalami penebalan (khusus pada bagian dinding sel sebelah luar yang terpapar oleh udara, sedangkan dinding sel sebelah dalam lebih tipis)
  • pada beberapa tumbuhan : tdpt dinding sel dengan permukaan dilapisi kutikula dan endapan lilin, sehingga terlihat mengkilap.
  • tidak terdapat kloroplas & klorofil

Jenis - jenis modifikasi epidermis 
  • Stomata (mulut daun) => struktur epidermis  yang terdapat di daun dan berfungsi untuk pertukaran gas (difusi gas), jalur penguapan air (transpirasi), asimilasi (fotosintesis)
    •  Stomata banyak terdapat pada bagian bawah daun
    • Stomata terbuka pada siang hari dan tertutup pada malam hari
    • Stomata diapit oleh guard cell (sel penjaga) dan dikelilingi oleh sel tetangga
  • Trikomata (rambut2) => berfungsi mengurangi penguapan, meneruskan rangsangan, mengurangi gangguan dari hewan herbivora, membantu penyerbukan, membantu penyebaran biji, membantu penyerapan air dan garam mineral dari dalam tanah, dll
  • Emergensia => tonjolan pada permukaan organ (daun, batang, akar, buah) yang terbentuk dari jaringan epidermis dan jaringan subepidermis. Berfungsi utk : mengurangi penguapan. Contoh : rambut pada buah rambutan, duri tempel pada bunga mawar
  • Spina (duri sejati)=> tonjolan pada permukaan epidermis batang yang terbentuk dari jaringan stele (silinder pusat) di bawah korteks. Contoh : kaktus, batang bunga bogenville, batang putri malu, dsb
  • Sel kersik (silika) => bagian sel epidermis yang berisi kristal kersik (SiO2). Berfungsi untuk membuat permukaan batang menjadi keras. Contoh : tanaman tebu, dan rumput-rumputan
  • Sel kipas (buliform) => beberapa sel epidermis yang berdinding tipis dan berbentuk seperti kipas. Berfungsi untuk menyimpan air dan mengurangi penguapan. Contoh : daun menggulung pada tumbuhan famili Gramineae (Rumput-rumputan)
  • Velamen => sel mati yang terdapat di bagian epidermis akar gantung pada tumbuhan epifit. Berfungsi untuk menimbun air dan mengikat oksigen. Contoh : anggrek dapat hidup memanfaatkan embun dan udara lembab.
  • Litokis => sel epidermis yang dindingnya mengalami penebalan dan mengandung sistolit. Contoh : tanaman karet (Ficus sp)
- Jaringan Parenkim => disebut juga sebagai jaringan dasar, karena dapat dijumpai hampir di tiap bagian tumbuhan dan merupakan pengisi organ.
Ciri-ciri :
*sel hidup berukuran besar dan berdinding primer
*memiliki  inti sel dan banyak vakuola
*memiliki ruang antar sel
*bersifat meristematik => berperan penting dalam regenerasi

Fungsi secara umum :
*untuk mengisi biomassa
*melaksanakan berbagai fungsi fisiologis yang vital
*menopang dan memberi bentuk tubuh

Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu :
  • parenkim asimilasi
  • parenkim air
  • parenkim udara (aerenkim)
  •  parenkim penimbun
  • parenkim pengangkut
  • parenkim penutup luka
- Jaringan Penyokong / Penguat => disebut sebagai jaringan mekanik / penyokong / penguat
Fungsi :
* menunjang & memperkuat bagian tubuh tumbuhan (menegakkan batang, menguatkan daun)
*melindungi embrio dalam biji
*melindungi berkas pengangkut
*memperkuat jaringan  parenkim (aerenkim)
Ciri-ciri :
*dinding sel amat tebal dan kuat
*terdapat pada batang, daun, akar, dan biji

Terdapat 2 tipe jaringan penyokong, yaitu :
  • Jaringan kolenkim => Jaringan penguat pada organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.
    • terdapat pada batang, daun, bagian-bagian bunga, buah & akar yang terkena cahaya matahari
    • Ciri-ciri jaringan kolenkim adalah : 
      • tersusun dari sel hidup
      • ukuran dan bentuk sel beragam
      • penebalan dinding sel tidak teratur --> strukturnya hanya terdiri dari dinding primer
      • isi sel dapat mengandung kloroplas dan tanin
  • Jaringan sklerenkim =>jaringan penguat pada organ tumbuhan yang sudah berhenti melakukan pertumbuhan dan perkembangan
    • Ciri-ciri jaringan sklerenkim :
      •  tersusun dari sel mati ( tidak mengandung protoplasma)
      • memiliki dinding sekunder yang tebal
    • Jaringan sklerenkim dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu :
      • Serabut (Serat sklerenkim) --> dapat digunakan sbg bahan baku tekstil. cont rami & linen
      • Sklereid (sel batu) --> sel-selnya mati saat dewasa namun protoplasmanya tetap aktif sepanjang hidup organ tersebut. Contoh: tempurung kelapa, kulit kenari, selaput biji, sensasi butiran pasir pada daging buah pir dan jambu biji.
- Jaringan Pengangkut => jaringan yang berfungsi untuk mengangkut air dan unsur hara di tanah serta zat hasil asimilasi (fotosintesis) dari bagian tubuh satu ke bagian lain.
Jaringan ini terdiri atas pembuluh kayu (Xylem) dan pembuluh kulit kayu /tapis (Floem). Apabila terdapat xylem dan floem bersama-sama maka disebut berkas pembuluh (berkas vaskuler).
*Xylem => berfungsi mengangkut air dan hara tanah untuk dibawa ke daun (untuk selanjutnya diolah dengan fotosintesis)
*Floem =>berfungsi untuk mengangkut air dan zat hasil fotosintesis untuk diedarkan ke seluruh bagian tubuh.
  • Tipe-tipe berkas pengangkut :
    • tipe kolateral => xilem dan floem terletak berdampingan. Floem berada diluar xilem
      • kolateral terbuka --> antara floem dan xilem dipisahkan oleh kambium
      • kolateral tertutup --> antara floem dan xilem tidak terdapat kambium
      • bikolateral --> terdapat floem luar, kambium luar, xilem, kambium dalam, dan floem dalam
    • tipe konsentris => xilem dikelilingi floem atau sebaliknya
      • amfikribal --> xilem berada di tengah dikelilingi oleh floem
      • amfivasal --> floem berada di tengah dikelilingi oleh xilem
    • tipe radial => letak xilem dan floem bergantian sesuai dengan jari-jari lingkaran


- Jaringan Gabus => tersusun atas sel-sel gabus, yang berfungsi untuk melindungi jaringan di dalamnya supaya tidak terlalu banyak kehilangan air

*terbentuk oleh kambium gabus (felogen) yag terletak di sebelah dalam epidermis
*pada perkembangannya (utk tumbuhan dikotil), jaringan gabus terbagi menjadi 2 jenis berdasarkan letaknya, yaitu :
  • Feloderm => jaringan gabus yg dibentuk ke arah dalam (sel hidup)
  • Felem => sel gabus yg dibentuk ke arah luar (sel mati)
ORGAN PADA TUMBUHAN

Setelah kita mengetahui tentang jaringan pada tumbuhan, kita akan masuk lebih jauh tentang kumpulan jaringan yang mempunyai fungsi sama, dan dikenal dengan istilah ORGAN.

Organ penyusun tumbuhan antara lain adalah : Akar, Batang, Daun, Bunga, dan Biji. Masing-masing tersusun dari berbagai macam jaringan yang sudah dibahas sebelumnya. Mari kita perdalam satu persatu tentang jaringan penyusun organ tumbuhan tersebut.

AKAR
Akar merupakan organ tumbuhan yang memiliki fungsi untuk menegakkan tumbuhan serta menyerap air dan garam-garam mineral. Pada fase embrio (biji) akar berkembang dari Radikula (akar embrio) yang kemudian tumbuh dan berkembang mengikuti gaya gravitasi bumi di dalam tanah dengan tujuan untuk mendapatkan air dan unsur hara dalam tanah.
Secara umum, organ akar terdiri dari beberapa bagian, antara lain :
  • Tudung Akar
 =>  Bagian paling ujung dari akar yang berfungsi melindungi jaringan promeristem dan membantu penetrasi akar yang tumbuh ke dalam tanah
=> Tudung akar tersusun dari sel-sel parenkim yang hidup dan (terkadang) mengandung pati.
  • Epidermis
=> Jaringan epidermis akar terdiri dari sel-sel satu lapis yang berdinding tipis, tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel dan juga tidak mempunyai kutikula.
=> Dinding sel tipis dan bersifat semipermeable untuk air dan hara tanah
=> Sel epidermis yang terdekat dengan ujung akar dan segaris dengan xylem akan membentuk rambut-rambut akar (fungsi : untuk penyerapan/absorpsi air dan garam mineral, serta menguatkan posisi tumbuhan pada tanah)
=>Semakin jauh dari ujung akar, dinding sel akan semakin menebal dan beralih  fungsi pokok sebagai pelindung jaringan
  • Korteks
=> Tersusun dari sel-sel parenkim (terkadang dapat mengandung karbohidrat / kristal)
=> Dinding sel pada lapisan teluar korteks menebal dan berdiferensiasi menjadi eksodermis
=> Lapisan terdalam korteks berdiferensiasi menjadi endodermis
=> terdapat ruang-ruang antar sel sehingga memiliki peranan penting untuk pertukaran zat 
  • Endodermis
=> Merupakan lapisan yang memisahkan antara korteks dan stele
=> Dinding selnya ada yg mengalami penebalan berbentuk titik-titik gabus yang berbentuk rantai atau pita dari zat suberin (zat gabus) yang disebut PITA KASPARI
=>  dinding sel endodermis yang sejajar dengan stele akan menebal dan membentuk huruf U (disebut juga sel U)
=> untuk menjaga agar air tetap dapat masuk ke stele, sel endodermis yang terletak segaris dengan xylem tidak mengalami penebalan pada dindingnya, dan disebut juga SEL PENYERAP/PENERUS
  • Stele (Silinder Pusat)
=> Merupakan bagian terdalam dari akar
=> terdiri atas perisikel (perikambium), berkas pembuluh angkut (xylem & floem), dan jaringan perenkim (empulur)
=> pembentukan cabang akar bersifat endogen dan dimulai dari stele 

Struktur akar dikotil dan monokotil memiliki perbedaan, yaitu :
=> akar dikotil : tidak memiliki parenkim sentral, namun terdapat kambium diantara xylem dan floem
=> akar monokotil : memiliki parenkim sentral, namun tidak ditemukan kambium

Gambar Anatomi Akar :

BATANG
- Batang adalah bagian tumbuhan yang meliputi batang, cabang, dan ranting.
- Fungsi batang adalah menopang daun, bunga, dan buah.
- Bagian batang tempat munculnya daun disebut buku (nodus) & bagian antara dua buku disebut ruas (internodus) 
- Cabang batang bersifat eksogen => setelah daun mekar, calon cabang batang tampak dari luar
- Batang memiliki tiga bagian pokok, yakni :
  • epidermis
=> terdiri dari satu lapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antar sel
=> dinding sebelah luar mengalami penebalan zat gabus / kutikula
=>terdapat modifikasi epidermis berupa trikoma, sel kersik, sel gabus dan stomata --> setelah dewasa berkembang menjadi lentisel yang berfungsi untuk pertukaran gas dan penguapan  
  • korteks
 => tersusun dari parenkim, kolenkim, sklerenkim (berupa sel batu/sklereid & serat)

  •  endodermis
=> pemisah antara korteks dengan stele
  • stele (Silinder Pusat)
=> Lapisan terdalam batang yang tersusun atas (dari luar ke dalam) : perisikel (perikambium), parenkim empulur dan vasis.
=>empulur terdapat diantara ikatan pembuluh dan berbentuk jari-jari (disebut jari-jari empulur)
=>vasis terdiri atas xilem dan floem yang tersusun secara kolateral.
=> pada batang dikotil, antara floem dan xilem terdapat kambium intervaskuler yang merupakan meristem sekunder --> menyebabkan pertumbuhan lingkar batang sekunder/lingkaran tahun

DAUN
- Bagian pokok daun adalah : helaian daun (lamina), tangkai daun ( petiole), dan pangkal daun (stipula)
- Secara anatomis jaringan penyusun daun yaitu : jar. epidermis, jar. parenkim, dan jar. pembuluh angkut
- Epidermis :
  • terdapat pada bagian permukaan atas dan bawah daun
  • berfungsi untuk melindungi jaringan di sebelah dalam 
  • pd bagian permukaan daun, terdapat lapisan kutikula yang berfungsi mencegah penguapan
  • jaringan epidermis ada yang bermodifikasi menjadi sel penjaga stomata
- Parenkim :
  • pada daun, jaringan parenkim disebut juga mesofil
  • terdapat diantara epidermis atas dan bawah
  • berdasarkan bentuk, mesofil daun dibedakan menjadi beberapa jenis :
    • palisade => bentuk memanjang, tegak dan banyak mengandung klorofil
    • bunga karang => bentuk dan susunan sel tidak teratur
    • bintang => berbentuk seperti bintang, disebut juga parenkim lipatan krn dinding selnya berlipatan ke arah dalam dan banyak mengandung kloroplas
- Ikatan pembuluh :
  • terdiri atas xilem dan floem
  • terdapat di dalam tulang / urat daun
BUNGA
BUAH & BIJI


Kamis, 27 November 2014

Rangkuman UAS Kelas XI GANJIL - Jaringan Hewan

JARINGAN HEWAN

Jenis jaringan yang umumnya dimiliki oleh Vertebrata dan manusia adalah :
=> Jaringan epitel
=> Jaringan ikat
=> Jaringan otot
=> Jaringan tulang
=> Jaringan saraf

A. JARINGAN EPITEL
  • Jaringan epitel merupakan jaringan yang berperan melapisi permukaan tubuh dan membatasi rongga-rongga tubuh
    • epitel yang melapisi lapisan luar tubuh => EPITELIUM
    • epitel yang melapisi/membatasi rongga tubuh =>MESOTELIUM
    • epitel tang melapisi organ tubuh => ENDOTELIUM
  • Fungsi jaringan epitel :
    • melindungi jaringan di bawahnya dari kerusakan
    • mengangkut zat-zat antar jaringan/rongga yang dibatasinya
    • sekresi (pengeluaran) enzim --> khusus pada epitel di saluran pencernaan
    • penerima rangsang (reseptor) 
  • Macam-macam epitel : berdasarkan strukturnya terdapat beberapa jenis jaringan epitel :
    • Epitel Pipih (Skuamosa) : ciri-ciri => pipih, nukleus bulat ditengah sel
      • Epitel pipih selapis -->fungsi untuk difusi, osmosis, filtrasi & sekresi
        • terdapat pada : pembuluh limfe, pembuluh darah kapiler, selaput pembungkus jantung (perikardium), paru (alveolus), ginjal, dan selaput perut  
      • Epitel pipih berlapis --> fungsi sbg pelindung/proteksi
        • terdapat pada : rongga mulut, rongga hidung, esofagus, telapak kaki, vagina
    • Epitel Kubus (Kuboid) : ciri-ciri => berbentuk kubus, nukleus bulat besar di tengah
      • Epitel kubus selapis --> fungsi sebagai pelindung & sekresi
        • terdapat pada : permukaan ovarium, testis, lensa mata, nefron ginjal, kelenjar tiroid
      • Epitel kubus berlapis banyak --> fungsi sbg pelindung gesekan & pengelupasan, absorpsi dan sekresi
        • terdapat pada : folikel ovarium, permukaan ovarium, testis, saluran kel. minyak, kelenjar keringat pada kulit
    • Epitel Silindris (Kolumnar) : ciri-ciri =>berbentuk batang, nukleus bulat di dasar sel
      • Epitel silindris selapis --> fungsi sbg penyerapan nutrisi di usus & sekresi
        • terdapat pada : kelenjar pencernaan, jonjot usus, kantung empedu, lambung, usus
      • Epitel silindris berlapis  --> fungsi sbg pelindung dan sekresi
        • terdapat pada : laring, faring, trakea, dan kelenjar ludah
    • Epitel Transisional : ciri-ciri => berlapis-lapis, dapat berubah bentuk & permukaan lapisannya bisa menggembung
      • terdapat pada : ureter, uretra, kantung kemih
    • Epitel Kelenjar : jaringan epitel khusus yang berperan dalam sekresi
      • Endokrin => tidak punya saluran khusus, apa yang dikeluarkan akan diedarkan melalui darah. Contoh : hormon
      • Eksokrin => punya saluran khusus. Contoh : ludah, keringat, air mata, air susu
B.JARINGAN IKAT
  • jaringan yang paling banyak terdapat di dalam tubuh
  • berfungsi sebagai :
    • penyokong dan memperkuat jaringan tubuh
    • pelindung/proteksi
    • menyimpan energi
    • sirkulasi (pada jaringan darah =>termasuk jaringan ikat khusus)
  • terdapat macam-macam serat penyusun jaringan ikat : kolagen, elastin, dan retikuler
  • terdapat beberapa macam sel penyusun jaringan ikat : 
    • sel fibroblas => berbentuk serat utk sekresi protein
    • sel lemak (sel adiposa) =>khusus utk menyimpan lemak
    • sel plasma =>sel yg memproduksi antibodi
    • sel makrofag =>sel yg bersifat fagositosis
    • sel tiang (mast cell)=> sel yang memproduksi heparin dan histamin
  • jenis-jenis jaringan ikat
    • jaringan ikat longgar => fungsi sebagai pembungkus
      • terdiri dari sel makrofag, sel plasma, dan sel tiang
      • terdapat di selaput perut, saluran pencernaan, pembungkus pembuluh darah, akson saraf & kulit
    • jaringan ikat padat => fungsi sebagai penghubung antar organ
      • terdiri dari :
        • ligamen --> menghubungkan tulang dengan tulang
        • tendon --> menghubungkan otot dengan tulang
        • fasia --> membungkus otot
C.JARINGAN LEMAK (ADIPOSA)
  • tersusun dari sel-sel lemak
  • terdapat pada : seluruh bagian tubuh, di bawah kulit, sekitar persendian, dan disekitar organ dalam
  • fungsi jaringan lemak :
    • sebagai bantalan untuk melindungi organ-organ tubuh dari benturan
    • tempat penyimpanan lemak
    • persediaan cadangan makanan
    • pengatur suhu badan
D.JARINGAN TULANG RAWAN (KARTILAGO)
  • tersusun dari sel tulang rawan (kondrosit) 
  • macam-macam jaringan tulang rawan :
    • kartilago hialin 
      • ciri-ciri : berwarna putih kebiruan, daya elastisitas tinggi, terbanyak di dalam tubuh, namun paling lemah
      • merupakan rangka sementara pada tahap embrio => selanjutnya akan digantikan menjadi tulang keras dengan proses osifikasi
      • pada individu dewasa, ditemukan pada persendian, ujung tulang rusuk, dan saluran pernafasan (faring, laring, trakea)
    • kartilago elastin
      • ciri-ciri : tersusun dari serat elastin, berwarna kuning, dan terbentuk dari selaput tulang rawan (perikondrium)
      • terdapat pada : cuping hidung, daun telinga, dan epiglotis
    • kartilago fibrosa/ fibroblas
      • ciri-ciri : tersusun dari serat kolagen, berwarna gelap dan keruh, jaringan tulang rawan yang paling kuat
      • terdapat pada : hubungan antara ruas-ruas tulang belakang dan tendon
E.JARINGAN TULANG KERAS (OSTEON).
  • tersusun dari sel-sel tulang (osteosit) --> osteosit dibentuk oleh osteoblas
  • unit dasar tulang disebut SISTEM HAVERS yang terdiri dari :
    • lamela =>lapisan konsentris yang mengelilingi sistem havers
    • lakuna => ruangan yang berisi osteosit
    • osteosit => sel tulang keras. diselubungi oleh lakuna. Osteosit yang terlepas dari lacunanya akan mempunyai kemampuan menjadi sel osteoprogenitor yang pada gilirannya tentu saja dapat berubah menjadi osteosit lagi atau osteoklas.
    • kanalikuli => Saluran-saluran halus dalam matriks, merupakan tempat uluran sitoplasma dan merupakan penghubung antar osteosit. fungsinya sebagai penyaluran makanan dan mengeluarkan zat sisa
    • saluran havers => berisi pembuluh darah dan saraf 
 



F.JARINGAN OTOT
  • tersusun dari sel-sel otot
  • merupakan alat gerak aktif
  • gerak terjadi karena ada mekanisme kontraksi serat kontraktil --> terdiri dari bagian AKTIN dan MIOSIN
  • dikelompokkan menjadi 3 yaitu : otot polos, otot rangka, dan otot jantung








G.JARINGAN DARAH
  • tersusun dari sel-sel darah dan matriks cair (plasma)
  • fungsi jaringan darah : 
    • mengedarkan sari-sari makanan, hormon, oksigen, sisa metabolisme
    • mencegah infeksi kuman
  • sel-sel darah : eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), trombosit (keping darah).
  • matriks cair berupa plasma darah => mengandung protein plasma, larutan elektrolit dan bahan terlarut
    • Eritrosit => bentuk bikonkaf, tidak memiliki inti sel dan mengandung Hb untuk mengikat O2 dan CO2
    • Leukosit => memiliki inti sel, tidak mengandung Hb, berfungsi sebagai pertahanan tubuh
    • Trombosit =>berbentuk lempengan, tdk pnya inti --> tp banyak granula, berfungsi utk membantu penghentian keluarnya darah (pembekuan darah)
H.JARINGAN LIMFE (GETAH BENING)
  • tersusun dari serat retikuler dan sel-sel limfosit dan makrofag
  • terdapat pada organ timus, kelenjar limfe, tonsil dan limpa
  • berperan dalam pertahanan tubuh
I.JARINGAN SARAF
  • tersusun dari sel-sel saraf (NEURON)
  • neuron dibedakan menjadi 2 yaitu :
    • neuron sensorik => menerima sinyal dari lingkungan dan mengirimkannya ke saraf pusat
    • neuron motorik => mengirimkan sinyal dari saraf pusat ke bagian tubuh lain.
  • fungsi jaringan saraf =>mengirimkan sinyal-sinyal ke seluruh tubuh

Selasa, 25 November 2014

Rangkuman UAS Kelas XI Ganjil - SEL HEWAN & SEL TUMBUHAN

Sel
  1. Struktur Sel : Secara umum, sel terdiri dari membran plasma, inti sel (nukleus), sitoplasma dan organel-organel yg terdapat di dalamnya
  •  Membran plasma : 
    • bagian terluar dari sel yang berfungsi untuk mengendalikan pertukaran zat antara sitoplasma dengan lingkungannya, tempat reaksi, tempat penerima rangsang (reseptor), sebagai pelindung isi sel, dan sebagai filter zat yang masuk dan keluar sel.
    • Tersusun atas fosfolipid --> kepala hidrofilik (suka air), dan ekor hidrofobik (tidak suka air)
    • Terdiri dari dua lapis --> Bilayer Fosfolipid
    • Terdapat komponen lain yaitu : 
      • senyawa protein --> protein integral (transmembran) yg terdapat di antara lapisan fosfolipid, dan protein perifer (protein tepi). 
      • Adapula senyawa karbohidrat --> Glikoprotein (karbohidrat yang menempel pada protein) dan Glikolipid (karbohidrat yang menempel pada membran fosfolipid). 
      • Senyawa lipid --> kolesterol yang berada diantara ekor fosfolipid. 
  • Nukleus :
    • Organel yang tidak termasuk bagian sitoplasma & merupakan organel sel terbesar
    • Memiliki bagian-bagian penting, yaitu : selaput inti/membran inti (karioteka), matriks (nukleoplasma), dan anak inti (nukleolus)
    • Karioteka terdiri atas dua lapisan, berfungsi utk pembungkus dan pelindung inti sel. Terdapat pori karioteka utk menjaga hubungan antara sitoplasma dan nukleoplasma
    • Nukleoplasma berupa cairan (gel) yang kaya akan protein, enzim, nukleotida dan benang kromatin (DNA)--> yg bila menebal dan memendek disebut kromosom untuk pembelahan.
    • Nukleolus (anak inti sel) --> mengandung salinan gen kode RNA ribosom. Fungsi: sintesis RNA (scr tdk langsung berperan dalam sintesis protein)
  • Retikulum Endoplasma (RE) :
    • RE berhubungan langsung dengan selaput luar karioteka => posisi/letak dekat dengan nukleus.
    • RE dibedakan menjadi 2 jenis yaitu RE kasar =>jika ditempeli ribosom, dan RE halus =>jika tidak ditempeli ribosom
    • Fungsi secara umum : transpor zat dari bagian sel satu ke bagian lainnya.
    • Fungsi RE kasar --> menampung protein yang disintesis oleh ribosom sebelum diedarkan.
    • Fungsi RE halus --> menyintesis senyawa lemak, kolesterol, fosfolipid dan steroid, metabolisme karbohidrat dan membantu proses penetralan obat dan racun =>(terjadi pada RE sel hati)
  • Badan Golgi : 
    • Dimiliki oleh sel hewan dan tumbuhan (pada tumbuhan disebut diktiosom)
    • Fungsi : mengangkut dan mengubah secara kimia materi-materi yang terdapat di dalamnya, menghasilkan lendir, getah yang bersifat lengket, sekresi protein, membentuk lisosom dan enzim pencernaan yang belum aktif
  • Lisosom :
    • dimiliki oleh hewan (dan beberapa tumbuhan yang karnivora)
    • mengandung enzim pencerna
    • Fungsi : 
      • mencerna materi secara endositosis dan pengeluaran enzim secara eksositosis
      • menyingkirkan struktur yang tidak dikehendaki dalam sel (Autofagi)
      • penghancuran diri sel (Autolisis)
  • Mitokondria :
    • Fungsi : Respirasi sel aerobik
    • Dimiliki oleh sel eukariotik
    • Bagian mitokondria (dr luar ke dalam) : membran luar, membran dalam, kristae (lekukan /lipatan membran dalam), dan matriks (ruang yang terletak diantara lipatan membran)--> matriks yang terdapat diantara membran luar dan membran dalam disebut matriks intermembran, sdgkan matriks yang terdapat pada membran dalam disebut matriks mitokondria.
    • dalam matriks mitokondria terdapat enzim pernapasan (sitokrom), senyawa DNA, RNA dan protein
    • disebut juga organel sel semiotonom (dapat memproduksi protein dan enzim yang dibutuhkan scr mandiri)
  • Plastida :
    • Hanya dimiliki oleh sel tumbuhan
    • Berupa butir-butir yang mengandung pigmen
    • Terdapat 3 jenis : leukoplas (plastida berwarna putih/tidak berwarna) ; kloroplas (plastida mengandung pigmen fotosintetik =>klorofil), kromoplas (plastida mengandung pigmen non fotosintetik)
    • Bagian-bagian kloroplas : 
      • membran luar
      • ruang intermembran (ruang/matriks diantara membran luar dan membran dalam)
      • membran dalam
      • tilakoid => kantung pipih 
      • grana => tumpukan tilakoid
      • stroma => cairan diluar tilakoid yg berfungsi menyimpan hasil fotosintesis dlm bentuk pati
    • Fungsi kloroplas : berperan dalam fotosintesis
    • Merupakan organel semiotonom
  • Vakuola :
    • Organel yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan (cadangan makanan)
    • dimiliki oleh seluruh sel eukariotik => pada hewan berukuran kecil (kadang2 tidak ada), pada tumbuhan berukuran besar & dibatasi oleh membran tonoplas =>disebut juga vakuola sentral
  • Badan Mikro :
    • dimiliki oleh hewan (Peroksisom) dan tumbuhan (Glioksisom)
    • organel yang mengandung enzim katalase dan oksidase
    • Berperan dalam hidrolisis Hidrogen Peroksida (H2O2) menjadi H2O dan O2
    • Pada hewan, peroksisom terletak dalam sel-sel hati dan ginjal. Pada tumbuhan glioksisom terdapat pada berbagai tipe sel
  • Sentrosom & sentriol :
    • Organel yang terletak di dekat nukleus
    • merupakan tempat tumbuhnya mirotubulus dekat nukleus
    • dalam sentrosom terdapat 1 pasang sentriol --> hanya dimiliki sel hewan
    • sentriol berisi sekelompok mikrotubulus yang terdiri dari 9 triplet
    • pada tumbuhan sentrosomnya tidak memiliki sentriol
    • sentrosom dan sentriol berperan dalam proses pembelahan sel --> dalam pembentukan benang spindel
  • Sitoskeleton : Mikrofilamen, filamen intermediet dan mikrotubulus
    • kerangka sel yang kuat dan lentur dan tersebar di seluruh sitoplasma
    • berfungsi menyokong dan mempertahankan bentuk sel, serta sebagai tempat tertambatnya beberapa organel sel
  • Dinding sel :
    • dimiliki oleh sel tumbuhan
    • terdiri dari :
      • dinding primer => dinding lentur dan tipis belum mengalami penebalan
      • lamela tengah =>lapisan antara dinding-dinding primer yg berdekatan, yg tersusun dari pektin
      •  dinding sekunder => dinding sel dewasa yg sudah mengalami penebalan, kuat dan tidak elastis, tersusun atas selulosa
    • pada dinding sekunder terdapat bagian yg tidak mengalami penebalan (noktah) => memungkinkan terjadinya penjuluran antarplasma sel yg disebut plasmodesmata
    • fungsi :
      • melindungi sel
      • mempertahankan bentuk sel
      • mencegah penyerapan air berlebihan
2. Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan

3. Mekanisme transport pada membran
  • terdapat 2 jenis transpor membran, yaitu : transpor pasif (tidak membutuhkan energi), dan transpor aktif (memerlukan energi)
  • Transpor pasif --> terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi antara zat yang berada di dalam sel dengan zat yang berada di luar sel
  • Transpor pasif meliputi : difusi, difusi dipermudah, dan osmosis
    • Difusi adalah proses pergerakan partikel, molekul, ion, gas, atau cairan dari konsentrasi tinggi (zat terlarut) ke konsentrasi yang lebih rendah (zat pelarut) hingga tercapai kesetimbangan.
    • Contoh difusi dalam sel hidup =>peristiwa masuknya oksigen dan keluarnya karbon dioksida pada respirasi sel
    • Proses difusi dapat dipermudah oleh protein spesifik yang membentuk saluran protein dan protein pembawa (transpor)
    • Osmosis adalah proses bergeraknya molekul pelarut (air) dari larutan dengan konsentrasi rendah (hipotonik) ke larutan dengan konsentrasi yang lebih tinggi (hipertonik) melalui selaput selektif permeabel
    • Larutan hipotonik memiliki konsentrasi zat terlarut lebih rendah, sedangkan larutan hipertonik memiliki konsentrasi zat terlarut yang lebih tinggi
    • Larutan isotonik mempunyai konsentrasi zat terlarut yang sama
    • Suatu larutan memiliki tekanan osmosis yang diperlukan untuk menahan pergerakan air melalui membran
    • Pada tumbuhan karena memiliki dinding sel:
      •  jika berada pada larutan hipertonik (air dalam sel keluar) => protoplasma mengerut dan membran plasma tertarik menjauhi dinding sel --> disebut PLASMOLISIS
      • jika berada pada larutan hipotonik (air dari luar masuk ke dalam sel) => sel akan membesar pada batas normal --> disebut TURGID
    • Pada sel hewan yang tidak memiliki dinding sel :
      • jika berada di lingkungan hipertonik => Sel mengerut --> disebut KRENASI
      • jika berada di lingkungan hipotonik => sel membengkak sampai pecah --> disebut LISIS
    • Transpor aktif adalah transpor zat melalui membran yang melawan gradien konsentrasi sehingga memerlukan energi
    • Transpor aktif meliputi : Pompa ion, Kotranspor, Endositosis dan Eksositosis
    • Endositosis =>peristiwa memasukkan zat ke dalam sitoplasma melalui membran sel.
 
    • Eksositosis => peristiwa pengeluaran zat melalui membran dari sel/organel sel

 

Rabu, 05 November 2014

Kisi-kisi Jaringan Hewan

Indikator 1. Jaringan Embrional
  • Perkembangan jaringan embrional (3 soal)
Indikator 2. Jaringan Hewan
  • Jaringan epitel (definisi, fungsi, struktur, gambar) => 8 soal
  • Jaringan ikat => 4 soal
  • Jaringan otot (ciri, fungsi, gambar) => 4 soal
  • Jaringan saraf (sel penyusun, fungsi bagian saraf) => 2 soal
  • Jaringan tulang rawan (struktur dan fungsi) => 1 soal
  • Jaringan tulang keras => 3 soal
  • Jaringan darah (struktur, ciri, dan fungsi sel-sel darah) => 3 soal
  • Jaringan getah bening (fungsi jar getah bening) => 1 soal
  • Jaringan lemak (fungsi) => 1 soal
Indikator 3. Organ dan Sistem Organ
  • Prgan berdasarkan letaknya (organ luar /organ dalam) => 1 soal
  • Jaringan penyusun organ => 1 soal
  • Organ penyusun sistem organ => 8 soal